Showing posts with label Milk. Show all posts
Showing posts with label Milk. Show all posts

Saturday, October 9, 2010

Valrhona Jivara 40% - Creamy & Chocolatey by Serizawakatsuki

Lots-a-updates today.
Semua dari Serizawakatsuki dengan cokelat-cokelat dari Europe-nya.
Setelah Tanariva minggu lalu, update kali ini menambahkan Jivara dan Abinao; Re-review Royce Criollo; dan tidak lupa juga varian non-Valrhona Godiva 85% Santo Domingo Chocolate dan Novi Nero Nero 80% Venezuelan.
Anyway, Jivara first.
Go Serizawakatsuki!

Another milk chocolate from Valrhona. Creamy & Chocolatey
Milk chocolate with pronounced cocoa taste, notes of malt and vanilla (Gw ga dapet info soal origin cacao beannya di website resmi, tp dr website lain, dan katanya dari Karibia si.)

Ingredients: cocoa butter, whole milk powder, sugar, cocoa beans, brown sugar, natural vanilla extract, emulsifier (soya lecithin), barley malt extract.

Package persis dg Tanariva, pas unwrapped, msh tercium aroma chocolate sedikit, ga seperti Tanariva yg ga tercium sama sekali. Untuk warna jg lebih chocolate dr Tanariva. Hmmm, permukaan atas memang nyaris mulus si (dg sedikit titik2 sebesar lubang jarum di beberapa sudut, pernah baca, itu karena udara ya.), kilap pada logonya (sisanya seperti ada tertutup debu gt), nah di lapisan bawah, banyak sekali remah2nya.
Waktu dipatahkan masih terasa crisp.

Saat dipegang, lumayan bertahan bentuk aslinya, dihirup aromanya sambil diusap agar cocoa butter sedikit meleleh, hmmmm. Hanya terhirup sedikit chocolate, dg aroma susu yg dominan, agak2 manis aromanya.
Waktu masuk mulut, lebih enak rasanya dr Tanariva, tidak terlalu manis dan jg tidak terlalu membuat tenggorokan serek aftertastenya jika dibanding dg Tanariva.

Tekstur khas milk chocolate, sedikit seperti bubuk gt, ga begitu creamy jg ya. Pas dikunyah langsung meleleh, jd ga menempel di gigi. Enak dan yg jelas ga bikin gw eneq.

Pendapat gw pribadi, ini yg harus jd standar milk chocolate, minimal beginilah rasanya milk chocolate yg enak buat gw. Hampir aja kapok makan milk chocolate gr2 Tanariva, tertolong dg Jivara, jd next time, masih mau mencoba fine milk chocolate merek lain hehehe.

Rating: 3 out of 5, good chocolate. Kl lg butuh chocolate yg manis dan buat makan dg santai, sepertinya ini cocok sekali.

NB: Syg bgt gw ga bs membedakan barley malt dan vanilla, sepertinya butuh cobain dulu yg blm dicampur chocolate biar bs bedain aroma dan flavor-nya.

Sunday, October 3, 2010

Valrhona Tanariva 33% - Sweet and Caramelized by Serizawakatsuki

Hello guys and gals, quick update hari ini, gw datangin lagi bintang tamu kita : Serizawakatsuki.
Kali ini dengan varian Valrhona Milk Chocolate : Tanariva.
Eniwei, ini dia reviewnya:

Valrhona Tanariva, dg cacao content 33%, milk chocolate dg cacao bean dr Madagascar yg terkenal dg aroma fruity yg tangy. Dg Ingredients: sugar, cocoa butter, whole milk powder, cocoa beans from Madagascar, dried skimmed milk, natural vanilla extract, emulsifier (soya lecithin), natural vanilla flavour.

Entah gw yg salah penyimpanan atau memang dr sana, chocolate menempel dg bungkus dalamnya, sehingga tercetak keluar garis2 dan jg logonya. Gw ga senang si dg bungkus dalamnya Valrhona, kesannya ga seelegan bungkus luarnya, agak sulit jg buka dg rapi (penting bagi gw, biar bisa membungkus kembali sisa chocolate yg blm habis).

Warnanya bisa terlihat, ga seperti chocolate ya? Lebih mirip dg cappucino gt. Kilapnya jg jarang, soalnya chocolate sudah menempel dg bungkus dalamnya, jd sudah merubah permukaannya, seperti terlapis debu gt permukaannya.

Begitu unwrapped, aroma susu langsung menyeruak, disusul dg aroma caramel sedikit, ga tercium aroma chocolate sama sekali di hidung gw (bad sign).
Dengan cacao content 33%, wajar kalau 'snap' tidak se-crispy dark chocolate, but it's still got nice 'snap'.

Begitu masuk mulut, rasa susu mendominasi, dg manisnya seperti caramel. Ga banyak yg bisa diurai di sini, karena gw ga berasa apapun selain manis dan susu bubuk tadi.

Teksturnya sedikit smooth, sedikit waxy ketika dikunyah. Dan yg gw ga suka dr milk chocolate, aftertastenya yg bikin tenggorokan serek dan ga nyaman.

Sejujurnya gw berasa seperti makan Cadbury, sayang ga beli Cadbury buat jadiin perbandingan. Biasanya rasa manis dan susu yg kebangetan begini lebih cocok untuk chocolate dg kualitas cacao dan pemrosesan cacao yg buruk. Sungguh sayang, gw ga menemukan kepuasan dr chocolate ini, sampe akhirnya makan sisa 40gr Lindt Madagascar lg hehehe.

Rating: 1 out of 5. Agh! Mengecewakan, ga akan beli lagi ini chocolate.
(Rating yg gw berikan sangat subjektif, murni dr preference gw sendiri, dr package dan wrapper, penampilan dan bentuknya , aroma, flavor dan aftertaste, juga dr harganya. Jadi, bukan untuk menilai kualitas chocolate ya, karena dr ingredient, Tanariva masih termasuk fine chocolate, hanya tidak cocok dg saya saja hehehe)

Jd penasaran dg Valrhona Jivara (ada stock satu bar), apa lebih baik ya? Lalu, dark milk chocolate dr Bonnat dan Michel Cluizel jg, bikin penasaran ni (semoga tahun depan bisa dapet).



Hmm... too bad Tanariva.
Kelihatannya anda gagal "memuaskan" bro serizawakatsuki kali ini. Better luck(and chocolate) next time, Valrhona.

Gw belom pernah nyoba Tanariva, jadi belom bisa compare and discuss review dengan bro Serizawakatsuki.
Can't wait until I get my hands on some Tanariva. :)

Tuesday, August 31, 2010

Villars Milk Chocolate


Korban hari ini : Villars Milk Chocolate.

Cokelat susu buatan Swiss.

Sebenernya nggak banyak yang bisa diceritain dari cokelat ini.
Milk Chocolate buatan Swiss punya karakter yang pasaran, rasa susu dan rasa manis yang kuat.
Mirip Milk English Chocolate.

Cokelat dipacking dengan kotak karton dan silver paper alias aluminum foil.
Yang asik dari penampilan cokelat ini adalah ukiran bunga di setiap bagiannya.
Detail bunga garis-garis tipis jelas dan sempurna.
Tidak ada cacat gelembung udara atau bentuk yang salah cetak.
Cool!
(Di gambar terlihat ada sedikit noda putih, fat bloom. no problem, 5 menit dibiarin, hilang semua)
Okay, mulai makan.
Snap/patahan cokelat bagus, dipatahkan terasa  keras, terus *TAK*, cokelat patah jadi dua. Sedikit potongan ukuran sangat kecil jatuh, ndak masalah.
Kalau dibau, terasa susu, ada juga sedikit bau khas yang cuma ada di susu segar, mirip keju cheddar Kr*ft slice. Bau cokelat malah kalah dibandingkan bau susu.

Begitu masuk mulut, yang terasa pertama jelas aroma susu. Beda sama cokelat Indonesia, rasa susu yang dominan terasa agak "amis". Seperti bau-nya, ada rasa khas yang cuma ada di susu segar.
Rasa vanilla terasa di ujung lidah, dan rasa keju terasa di lidah bagian sisi dan tengah. Sedikit rasa butter juga.

Aftertaste, sedikit rasa susu segar, agak "amis". Tergantung dari selera, bisa jadi ini kelebihan atau kelemahan. Sedikit rasa selain keju dan butter yang gak bisa gw jelaskan di bagian tengah lidah, fresh gitu menyembunyikan rasa "amis"nya.

Satu hal lagi, cokelat ini cepet lembek kalau kena udara hangat sedikit aja(gak heran sih, ini kan milk chocolate :p), dan kalau udah lembek, rasa-nya nggak keluar maksimal. Rasa butter dan keju yang ada bisa hilang, terasa cuma susu dan vanilla.

Rating, gw kasih 7/10.
Cokelat yang OK, harga masuk akal.
Gak banyak detail rasa yang ada, dan rasa susu segar ngasih feeling yang bagus di mulut(setidaknya buat gw).
Enak buat temen nonton film, minum teh, atau saat santai.
Kurang cocok bagi mereka yang suka detail rasa dalam(Yaaaah, lagian kalau nyari detail rasa yang dalam, kenapa milk chocolate???).