Royce', produsen chocolate confectionary asal Hokkaido, Jepang. Ini variant kedua yg gw review malam ini, Criollo Chocolate "Bitter", itu juga tinggal 9 pcs, dr 24 pcs yg ada awalnya hehehe.
Description
Pada wrapper tertulis Sur de Lago, berasal dari salah satu region penghasil cacao di Venezuella, yg terkenal dg cacao bean jenis Criollo dan Trinitario. Sayangnya gw ga bs bahasa Jepang, karena deskripsinya bnykan bahasa Jepang, untungnya ada keterangan dlm bahasa Inggris (karena beli di Singapura). Ingredient: cocoa mass, sugar, cocoa butter, emulsifier (soybean-derived), flavor, (some of the ingredients contain milk constituents). Kok ga ada % cacao, gw jg ga tau ni, tp kira2 si ada sekitar 50% setelah dimakan. Terus yg bikin gw penasaran, cm tulis flavor dan keterangan dlm kurung itu, apa ni maksudnya?
Notes
Chocolate of course, didominasi dg toffee. Setelah dipatahkan, ada sedikit spice maybe, or perhaps wood or tobacco, not sure. Ada aroma nutty jg.
Initial Impression
Package yg elegan, kesannya mewah. Bungkusnya agak sulit dibuka, jd robek deh pas buka. Nah, penampilannya ni, kena bloom warna jingga gitu, sugar bloom kah? Light brown colour dg sedikit reddish yg menandakan adanya Criollo bean. Aromanya mild dg aroma toffee yg manis. Setelah dipatahkan, yg menghasilkan clean and crisp 'snap'. Teksturnya lembut dan halus, tp menurut gw, lebih cepat meleleh di tangan ya.
Taste Impression
Sugary, bisa dibilang, label "Bitter" di sini ga berasa sedikit pun karena rasa manis toffee yg mendominasi dari awal sampe habis. Gw mendapat kesan seperti makan milk chocolate namun tidak semanis milk chocolate jg. Light bodied bisa dibilang begitu. Sedikit rasa kopi di pertengahan, dan waktu dikunyah ada sedikit rasa nutty jg. Finished with coffee flavor, a little bit bitter and acid, linger for a minute.
Texture Impression
Smooth and creamy, ga nempel di gigi sewaktu dikunyah. Sayangnya, ga merasakan cool sensation dr cocoa butter di sini, sedikit curiga ni. Aftertaste jg lumayan, mild and pleasant,jd bisalah ga minum air beberapa lama.
Overall Impression
Sebelumnya gw makan disandingkan dg Valrhona Guanaja dan Caraibe, jg Amedei Porcelana dan 9, lalu Lindt Ecuador dan Madagascan. Ga heran rasa yg gw dapatkan dg sekarang makan tanpa disandingkan, berbeda jauh (dulu gw merasa ini chocolate kok manis doang ya, uda gt lebih mirip makan permen toffee drpd chocolate, bikin eneq).
Sekarang rasanya lumayan jg walaupun ga istimewa, so, layak dicoba dan tidak menyesal jg, walaupun gw ga akan beli lg (tp kldikasih si, dg senang hati menerima hehehe)
Rating
3.5 out of 5, good chocolate.
Note: Thank you very much Ms. Agnes, uda repot2 beliin waktu ke Singapura ^^
Showing posts with label Royce'. Show all posts
Showing posts with label Royce'. Show all posts
Saturday, October 9, 2010
Wednesday, September 8, 2010
9 Chocolates Overkill by Serizawakatsuki
Salah satu temen gw(baca: sesama penggila cokelat): serizawakatsuki, dapet kiriman macem-macem cokelat.
Nggak sabaran(plus emang doyan cokelat), langsung direview semuanya.
Here we go!
Searah jarum jam, dr pukul 12:
1. Godiva 50% with Mint, Belgium chocolate.
Notes: aroma mint yg lembut, almost overwhelm the chocolate aromas.
Initial impresion: Dari penampilan, halus dan cukup shine seperti yg terlihat. Lalu, ketika dipatahkan, tidak terdengar suara si, tapi dapat feel bunyi 'Tuk' juga, namun sayangnya ada 'puing2nya'. Sewaktu diraba2 (vulgarnya hahaha), terasa cepat meleleh. Pas dihirup wanginya, kok cuma mint aja ya? Agak ga beres ni hidung.
Texture Impression: Begitu masuk mulut, so pasti smooth and eassily melted. Lembut sewaktu dikunyah, hmmm...
Taste Impression: Sugary sweet, terlalu manis buat lidah gw (ya iyalah, gulanya ada 49% kali ya?), dengan rasa mint yg samar2. Dari awal sampe akhir, ga terlalu berubah rasanya, simple aja.
Overall Impression: Karena manisnya, serasa makan milk chocolatee tanpa aroma susu. Aftertaste terlalu cepat hilang si, tapi lumayan kok dijadikan hadiah (cuma ga mungkin gw beli lagi si hehehe).
(thanks to Elisa and Erika for this lovely chocolate (^.^))
Rating: 3/5, very good!
2. Godiva 70% with Almond, Belgium Chocolate.
Notes: I can't tell except nutty from the almond, i think.
Initial Impression: Dari warna lebih gelap sedikitlah dari 50%-nya. Nah, yg berbeda, sewaktu dipecah, ada bunyi 'tuk' yg nice, walau ada beberapa 'puing2' jg. Sewaktu dielus2, cepat meleleh jg. Aroma yg keluar ga terlalu terasa, sejujurnya gw merasa ada wanginya (sepertinya hidung lg ga beres ni).
Texture Impression: Smooth and easy to melt, almond yg crunchy dan lumayan banyak.
Taste Impression: Roasted nut but not overwhelm the chocolate aromas. Sedikit pahit dan sedikit manis (plin-plan hahaha). Rasanya jg ga berubah dr awal sampe akhir, apalagi cm ada 1 piece (sisa dr Erika (^^)b )
Overall Impression: Gw suka rasanya sewaktu dikunyah, almondnya cukup renyah dan manisnya pas. Kalau ada kelebihan duit baru oke dibeli hahaha
Rating: 3,5/5, very good!
3. Caffarel 70%, Italian Chocolate
Notes: aroma manisnya seperti caramel dg sedikit aroma vanila.
Initial Impression: Walaupun sudah lama dibeli (dr bulan Mei kali ya, sekarang baru buka), penampilannya masih cantik, dg sedikit kilau. Sewaktu dipecah pun, masih teerdengar keras 'tuk', nice! Diraba-raba hingga sedikit meleleh, hanya sebentar.
Texture Impression: Smooth and velvety, sedikit sulit meleleh sewaktu di mulut, rasanya jg renyah sewaktu dikunyah.
Taste Impression: Sedikit pahit dan tannic (rasa pada red wine, ga tepat kl dibilang sepet). Ada sedikit rasa manis yg ga bisa gw sebutkan apa, uda berusaha keras mendeskripsikan, with, maybe roasted coffee bean, not sure.
Overall Impression: Salut buat ini chocolate, setelah simpan lama di freezer (jangan pernah simpen di freezer) selama 2 bulan lebih, terus dipindahkan ke suhu ruang beberapa minggu, kualitasnya masih oke. Dg aftertaste yg cepat namun rasa yg simple, nampaknya masih worthed your money.
Rating: 3,5/5, very good!
4. Whittakers Ghanaian 70%, Australian chocolate
Notes: Roasted coffee beans, with leather (or rubber?) and smoky.
Initial Impression: Warnanya paling gelap dibandingkan yg lain, tanpa kilap. Untuk tasting, bentuknya terlalu tebal. Sewaktu dipatahkan, lumayan keras 'tuk' dg pecahan2 yg bertebaran. Dielus hingga sedikit meleleh, juga dlm waktu yg singkat, aroma kopinya menyebar.
Texture Impression: Sewaktu di dalam mulut, terasa keras dan tebalnya, agak sulit jg meleleh. Crunchy sewaktu dikunyah.
Taste Impression: Manisnya kopi, beda dengan pertama kali makan dulu. Dari awal sampe akhir, rassanya ga berubah, simple chocolate. Aftertaste yg lumayan lama, dg aroma kopi tadi. (chocolate ini ga pake kopi lho!)
Overall Impression: Pertama makan ini chocolate tanpa perbandingan, terasa sekali pahitnya di awal2. Namun sekarang, setelah Caffarel, begitu masuk mulut terasa manisnya kopi dg gula. Sepertinya chocolate ini terpukul dg Caffarel. Tapi lumayan berkesan juga. (Thanks for Susi Lawati for this one ^^)
5. Valrhona Grand Cru Guanaja 70%, French Chocolate
Notes: Terlalu banyak mencium chocolate lain, aromanya ga bisa gw deskripsikan hari ini, maybe next time.
Initial Impression: Sayang sekali chocolate ini terpecah2, padahal liat foto aslinya, desainnya unik. Kilapnya masih ada dg warna yg cukup terang buat ukuran chocolate 70% (mungkin karena Light roasted, ini ciri dr Valrhona). Sewaktu dipatahkan, suaranya uda ga terdengar, hanya feel 'tuk' massih ada. Kemudian, dielus hingga sedikit meleleh tidak menimbulkan noda chocolate, hanya terasa lengket di tangan aja. Smeel pun masih tidak berasa, selain chocolaty, hidung gw kenapa ya...
Texture Impression: Smooth, easily melted and soft when chewed.
Taste Impression: Aromanya tidak langsung keluar si, perlahan baru muncul fruity (katanya si red fruit), fresh and acid. Dulu bisa berassa pisang, tapi sekarang sepertinya tidak terasa, strange.... Maybe next time dg jenis sample yg lebih sedikit.
Overall Impression: Ini favorit gw, rasanya kompleks, sayang hari ini lg ga bs menyelami rasanya. Too much sample isn't good.
Rating: 4/5, excellent!
6. Valrhona Grand Cru Caraibe 66%, French Chocolate
Notes: Nutty, that's for today, my nose feel dull now.
Initial Impression: Sepertinya karena buruknya penyimpanan, walaupun penampilannya masih oke (kilap dan teksturnya), tp sewaktu dipatahkan, terasa lunak dan hancur berantakan (God, this was bad!).
Texture Impression: Luckily, it's still smooth. Hanya terlalu lunak sewaktu dikunyah dan juga cepat meleleh (>.<)
Taste Impression: Oh no! My palate is dull now! Cuma berasa chocolate dg sedikit roasted nut (>.<)
Overall Impression: Setelah mencoba varian Caraibe dg filling Hazelnut, ternyata berbeda aroma jg rasanya. Lain kali akan dicoba dg lebih sedikit sample biar bisa lebih meresaapi rasanya.
Rating: 3,5/5, very good!
7. Lindt Excellence Madagascar 66%, Swiss Chocolate
Notes: Tercium aroma seperti daun teh, dg aroma woody dan herbal.
Initial Impression: Kilap dan bentuknya cantik, dg suara 'tuk' yg lumayan sewaktu dipatahkan, bahkan tanpa crumble atau 'puing2', nicely done! Sudah pasti dielus hingga meleleh cukup sebentar saja, dan meninggalkan noda di jari.
Texture Impression: Smooth and a little crunchy when I chewed it. Dg waktu meleleh yg pas, tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat.
Taste Impression: Sewaktu diemut, blm terasa aromanya, hanya chocolate. Namun, setelah dikunyah, akan keluar aroma citrus. Aftertastenya lumayan dan agak lama.
Overall: Dengan harga yg murah dan mudah dicari di Jakarta, ini chocolate yg pantas untuk dibeli lg kalau gw lg ngidam chocolate. Manisnya pun pas.
Rating: 3,5/5, very good!
8. Lindt Excellence Ecuador 75%, Swiss Chocolate
Notes: Woody and spicy, itu yg tercium hari ini.
Initial Impression: Mirip seperti varian Madagascar, dg warna sedikit lbh gelap. Seawktu dipatahkan, tidak meninggalkan 'pecahan2', dg suara 'tuk' yg lumayan keras. Mudah meleleh di tangan dan meninggalkan noda chocolate.
Texture Impression: Smooth of course, yg gw heran, kok bs lembut sewaktu dikunyah. Agak sulit meleleh dan menempel di mulut.
Taste: Floral, entah bunga apa, mungkin jasmine. Tannic juga lebih pahit dibanding yg lain. Aftertaste yg lumayan lama bertahan di mulut.
Overall: Wah, dua varian Lindt ini bener2 layak gw beli lg, cukup memuaskan.
Rating: 4/5, excellent!
9. Riyce' Criollo, Japan Chocolate
Notes; Jujur, ga tercium aroma apa2
Initial Impression: Dg bentuk yg mungil, pas sekali untuk tasting. Warnanya agak muda, seperti milk chocolate. Nah, sayangnya, sewaktu dipecah, dg mudah hancur berantakan dan juga berasa lembek, so bad. Dielus pun mudah meleleh dan meninggalkan noda.
Texture Impression: Syukurnya, masih terasa smooth walaupun cepat meleleh di mulut (mungkin karena terlalu kecil dipecahnya).
Taste Impression: Manisnya, dibanding yg lain, ini terlalu manis. Terus ada rasa apa yg ga bisa gw jelaskan sekarang ini, tapi rasanya familiar.
Overall Impression: Mengecewakan si, dg klaim bittersweet tp ga berasa bitter sama sekali. Mungkin dikalahkan oleh rasa chocolate lain, lain kali akan ditasting sendiri.
Rating: 3/5, still very good though!
Ahhh.... Selesai juga review singkatnya, terlalu banyak jenis, hufff! Bahkan lidah sampe terasa baal jadinya hahaha
Labels:
Caffarel,
Chocolate,
Dark,
French,
Godiva,
Japan,
Lindt,
Royce',
Serizawakatsuki,
Swiss,
Valrhona,
Whittakers
Sunday, August 22, 2010
Royce' NAMA Chocolate Bitter
Royce' Nama Chocolate Bitter(with Cognac).
Ketika membeli, yang didapat adalah sebuah kotak(gambar samping), yang dibungkus dengan sebuah silver bag kedap suhu dan sebungkus cairan dingin biru(ada yang tahu namanya apa?)
Bagian paling luar dibungkus kertas, dan begitu kertas dibuka, yang ditemukan adalah sebuah kotak bertuliskan hal yang sama dengan bagian luar, cuman kali ini dalam bahasa Jepang.
Bungkus plastik dibuka, dan akhirnya....KOTAK lagi. kali ini kotak plastik.
And finally, ketika kotak plastik ini dibuka dalemnya ada bintang utama : Balok-balok cokelat yang cakep dan menggiurkan.
Di dalam kotak juga disediakan sebuah stik, yang dipake buat nusuk cokelatnya lalu dimasukkin mulut.
Pertama-tama, maap bentuk cokelatnya ancur.
Gara2 storage n handling yang salah, cokelatnya sempat kepanasan, sehingga lemaknya keluar semua..:(
NAMA harusnya lebih keren dari ini. Bentuk aslinya cokelat kotak2 indah dengan serbuk kakao di sekitarnya.
Begitu satu balok dimasukkin mulut, kesan pertama yang muncul adalah lembut, dan aroma pahit khas kakao bercampur cognac yang langsung keluar.
Selanjutnya, nggak usah dikunyah atau diapa2in, cokelat sudah lumer dengan sendirinya menjadi cairan lembut bagai cokelat cair, terus mengeluarkan aroma pahit cokelat yang kental.
Waktu gw sadar cokelat udah cair semua, gw telan perlahan-lahan...Aroma cognac terasa di tenggorokan, naik ke hidung.
Rasa cognacnya sedikit mendominasi rasa cokelat, tapi nggak sampai menutupi rasa cokelat asli.
Gw ambil lagi sepotong, gw masukin mulut, kali ini gw puter2 di mulut.
But not much changes, cokelat pada awalnya terasa kental, lalu dengan cepat lumer, terasa ada cairan lembut di mulut.
Sedikit licin di mulut, kayaknya cocoa butter dan krimnya. Muter2 sebentar di mulut, lalu masuk lagi ke tenggorokan, bikin tenggorokan *fzz* terus cognac naek ke hidung.
Aftertaste terasa sedikit aroma cokelat yang robust, mirip kopi robusta. aromanya agak gosong-gosong pahit, mirip rasa serbuk kokoa juga.
Rasa alkohol masih terasa di pangkal hidung dan sedikit di tenggorokan, serasa dingin kayak abis minum obat batuk.
Ndak begitu lama, rasa kakao dan liquer udah hilang dari mulut, cuma terasa sedikit rasa cacao fat yang kesat di mulut.
Tekstur yang luar biasa lembut, Bitter dark chocolate flavor yang cocok sama cognac, dan aftertaste pendek yang kemudian hilang sama sekali di mulut bikin gak bisa bosen membuat cokelat ini jadi cokelat yang sangat mudah dinikmati.
Gw udah makan 3 macem Royce' Nama Chocolate(Champagne, Au Lait, n Bitter Cognac) dan 2 macem Nama(Rum n Cointreau) buatan seorang chef di Jakarta, so far this one is the best one.
Cokelat yang simple dan mudah dinikmati.
Overall score : 8/10
*PS : Makan pake staff-nya, karena cokelat benar2 sensitif suhu, dipegang pake tangan langsung lumer belepotan gak keruan di tangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)